Rabu, 23 Oktober 2019

RUMUS LENGKAP EXEL DAN CONTOHNYA

Ilustrasi Mikir Rumus Excel

Microsoft Office Excel memang dikenal dengan penggunaan rumus-rumus atau formula dalam lembar kerjanya. Penggunaan rumus yang efektif akan memudahkan Anda dalam membuat laporan pekerjaan dengan menggunakan MS Excel. Formula atau rumus MS Excel adalah keunggulan tersendiri untuk aplikasi ini, dengan kemampuannya dalam mengolah data melalui perhitungan matematis yang sangat beragam fungsinya.

Setiap rumus di dalam MS Excel memilik fungsi tersendiri. Oleh karena itu Anda harus benar-benar memahami masing-masing fungsi dasarnya agar penggunaan rumus dalam MS Excel bisa lebih maksimal dan efisien. Jika telah paham fungsi dasarnya, Saya rasa Anda bisa berkreasi dalam meracik rumus yang sesuai dengan kebutuhan data Anda.

Cara Menulis Rumus Excel

Sebelum mengenal  rumus-rumus excel 2007, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana menuliskan rumus excel agar bisa benar. 
Cara 1: Menulis rumus dengan mengetikkan angka langsung
  1. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan ditampilkan 
  2. Pada formula bar, ketikkan = 5000000+3500000, lalu tekan tombol enter.
Note : Menulis rumus dengan cara ini cukup mudah kalau rumusnya sederhana dan pendek serta angkanya tetap.
Cara 2: Menulis rumus dengan menggunakan alamat sel
  1. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus ditampilkan 
  2. Pada formula bar, ketikkan = C4+C5, lalu tekan tombol enter.
Note : Menulis rumus dengan cara ini sangat bermanfaat jika datanya sering berubah.
Cara 3: Menulis rumus dengan bantuan mouse
  1. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan ditampilkan
  2. Ketikkan = , kemudian pilih dan klik sel C4
  3. Ketik +, kemudian pilih dan klik sel C5
  4. Tekan tombol enter
Note : Menulis rumus dengan cara ini sangat dianjurkan karena memperkecil kemungkinan salah ketik alamat sel.
Nah... bagaimana mudah bukan cara menuliskan rumus excel, jika Anda sudah mahir dalam menuliskannya sekarang mari Kita lanjutkan pembahasannya. 

Operator Matematika yang Sering Digunakan (Rumus Dasar)

Rumus merupakan bagian terpenting dari Program Excel ini, karena setiap tabel dan dokumen yang Kita ketik akan selalu berhubungan dengan rumus dan fungsi. MS Excel memang sangat diunggulkan dalam menampung data-data yang bersifat numerik. Maka dari itu, di dalam MS Excel pun terdapat Operator dasar Matematika dan ini biasanya disebut sebagai rumus standar. Operator matematika yang akan sering digunakan dalam Rumus Microsoft Excel adalah sebagai berikut:

No
Operator
Fungsi
Contoh Penggunaan
1
+ (ikon plus)
Penjumlahan
=A1+A2
2
- (ikon minus)
Pengurangan
=A3-A4
3
* (ikon bintang)
Perkalian
=A5*A6
4
/ (ikon garis miring)
Pembagian
=A7/A8
5
^ (ikon caret)
Pangkat
=A9^2 (angka berapapun yang berada di cell A9 akan dipangkat 2
6
% (ikon persen)
Prosentase
=A1*10% (gunakan sesuai dengan kebutuhan)
Tabel Operator Matematika (Rumus Dasar Excel)
Tidak usah bingung, sekarang perhatikan gambar tabel yang ada dibawah ini.

Penjelasan Gambar Tabel Diatas :
  1. Mengisi Kolom Diskon
  2. Untuk mengisi kolom diskon berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan. 
    • Klik pada kolom yang akan diisikan Diskon Rp. (pada contoh ini sel yang akan digunakan adalah G6, silahkan aktifkan kolom G6)
    • Awali dengan menuliskan "=" (setiap rumus excel harus diawali menggunakan operator = tanpa tanda kutip agar dikenali sebagai fungsi)
    • Kalikan kolom E6 dengan F6 untuk mengetahui hasil persennya, bentuk penulisannya adalah =E6*F6 
    • Kemudian tekan enter untuk mengetahui hasilnya, maka akan didapat angka 30,000 pada kolom G6 tadi (30,000 adalah 20% dari 150,000)
    • Untuk menghitung rumus Diskon Rp. selanjutnya, silahkan copy format dengan cara drag pada rumus yang sudah selesai dikerjakan kemudian tarik hingga kolom G15.
      Tips : Anda bisa langsung klik kolom yang akan dikalikan tanpa harus susah payah mengetik kolom yang akan dihitung satu persatu.
      • Mengisi Total Bayar
      • Nah setelah selesai mengisi kolom Diskon Rp. sekarang lanjutkan dengan mengisi kolom Total Biaya.
        • Klik pada kolom yang akan diisikan Total Bayar (pada contoh ini sel yang akan digunakan adalah H6, silahkan aktifkan kolom H6)
        • Awali dengan menuliskan "=" (setiap rumus excel harus diawali menggunakan operator = tanpa tanda kutip agar dikenali sebagai fungsi)
        • Pada kolom H6 Kurangkan kolom Biaya (E6) dengan kolom Diskon Rp. (G6)  untuk mengetahui hasil pengurangannya, bentuk penulisannya adalah =E6-G6 
        • Kemudian tekan enter untuk mengetahui hasilnya, maka akan didapat hasil 120,000 pada kolom Total Bayar yang pertama.
        • Untuk menghitung rumus Total Bayar selanjutnya, silahkan copy format dengan cara drag pada rumus yang sudah selesai dikerjakan kemudian tarik hingga kolom H15.

      Tips : Untuk melanjutkan mengisi kolom jumlah di bawahnya (kolom H7 dst), kita cukup memblok cell yang telah berisi rumus operator perkalian, arahkan kursor ke pojok kanan bawah cell/kolom. Tunggu hingga kursor berubah menjadi ikon (+). Setelah itu, click dan tahan lalu drag/geser ke bawah. Dengan demikian, kita telah meng-copy rumus tadi dan telah disesuaikan perubahannya untuk kolom yang akan dikalikan lagi.

      Mengenal Fungsi atau Rumus Microsoft Excel

      Setelah mengenal Tipe Data Microsoft Excel, dan bisa memulai menggunakan aplikasi excel sekarang Kita coba bahas rumus excel yang sering digunakan dalam dunia kerja atau administrasi perkantoran.

      1. Fungsi Average

      Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;

      =AVERAGE(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =AVERAGE(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.



      2. Fungsi Sum

      Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1, number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan. Misalnya untuk menjumlahkan range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =SUM(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.



      3. Fungsi Max
      Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
      =MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Misalnya untuk mencari nilai maksimal dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MAX(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

      4. Fungsi Min
      Fungsi Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari nilai tertinggi atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai terkecil atau minimum dari sekumpulan data numerik. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
      =MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MIN(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

      5. Fungsi Count
      Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang kita pilih. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
      =COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya. Sebagai contoh untuk menghitung jmlah data dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =COUNT(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

      6. Fungsi Logika IF
      Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut:
      Lambang Fungsi
      = Sama dengan
      < Lebih kecil dari
      > Lebih besar dari
      <= Lebih kecil atau sama dengan
      >= Lebih besar atau sama dengan
      <> Tidak sama dengan
      Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah ;
      =IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan. Perhatikan contoh berikut:
      Contoh logika IF
      Contoh logika IF
      Kolom keterangan diisi dengan ketentuan, jika kolom TANDA sama dengan K, maka keterangannya KAWIN, jika tidak, maka keterangan berisi TIDAK KAWIN. Ini dapat diselesaikan dengan rumus =IF(C3=”K”, “KAWIN”,”TIDAK KAWIN”). Pada rumus diatas Kita lihat bahwa jika datanya bertipe Teks/alpha numerik harus diapit oleh tanda kutip dua, lain halnya dengan tipe data numerik, tidak boleh menggunakan tanda kutip. Nah sekarang bagaimana jika ada beberapa kondisi/bertingkat (IF Bertingkat) seperti pada kasus nilai mahasiswa. Tidak perlu khawatir, langsung saja perhatikan gambar diatas pada tabel sebelah kanan. =IF(H3>=81,"A",IF(H3>=66,"B",IF(H3>=56,"C",IF(H3>40,"D","E")))), hal yang sama juga bisa dilakukan untuk mengisi kolom keterangan, dengan ketentuan, Jika nilai hurufnya sama dengan “A” maka keterangan “SANGAT MEMUASKAN, jika “B” maka “MEMUASKAN”, jika “C”, maka “CUKUP”, dan jika “D” maka bernilai “KURANG”, selain dari itu, maka bernilai “GAGAL”.

      Rabu, 02 Oktober 2019

      METODE PENGUMPULAN DATA

      Salah satu komponen yang penting dalam penelitian adalah proses peneliti dalam pengumpulan data. Kesalahan yang dilakukan dalam proses pengumpulan data akan membuat proses analisis menjadi sulit. Selain itu hasil dan kesimpulan yang akan didapat pun akan menjadi rancu apabila pengumpulan data dilakukan tidak dengan benar.

      Pengumpulan data penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terdapat langkah pengumpulan data dan teknik pengumpulan data yang harus diikuti. Tujuan dari langkah pengumpulan data dan teknik pengumpulan data ini adalah demi mendapatkan data yang valid, sehingga hasil dan kesimpulan penelitian pun tidak akan diragukan kebenarannya.

      BERIKUT CARA/TEKNIK MENGUMPULKAN DATA YANG BENAR:

      A. Menurut cara memperolehnya:

      • Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian.
      • Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek penelitian.

      B. Menurut sumbernya

      • Data internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam sebuah organisasi
      • Data eksternal, yaitu data yang menggambarkan duatu keadaan atau kegiatan di luar sebuah organisasi

      C. Menurut sifatnya

      • Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti
      • Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka

      D. Menurut waktu pengumpulannya

      • Cross section/insidentil, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada suatu waktu tertentu
      • Data berkala/ time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.
      METODE:

      a.Wawancara(Terstruktur dan tidak terstruktur)

      Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya    jawab langsung antara peneliti dan narasumber.

      b. Observasi (Participant dan Non_participant)

      Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi.


      c. Angket (kuesioner)
      Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
      d. Studi Dokumen(primer dan Sekunder)
      Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis


      SELANJUTNYA ADALAH CARA MENGINPUT/MEMASUKAN DATA KE DALAM DATABASE:



      Untuk Memasukkan atau menambah data baru dalam sebuah tabel, gunakan perintah INSERT INTO ... diikuti beberapa nilai dan ekspresi lainnya.

      Dalam sebuah database, kegiatan menambahkan data baru akan sering dilakukan karena database tanpa data (konten) tidaklah berarti. Untuk menambah (input) data kita akan selalu bertemu dengan perintah INSERT. Tambahan kata INTO, hanyalah bersifat opsional meskipun kita lupa menulisnya, perintah tetap akan dijalankan. Tapi, selalu dianjurkan untuk menulis kata INTO setelah INSERT Jadi tepatnya adalah INSERT INTO.


      Contoh Memasukkan / Tambah Data Baru

      Berikut beberapa contoh menggunakan INSERT untuk menambah data ke dalam database:

      Contoh Input Data Cuma Satu (Baris)

      MARIA-DB
      INSERT INTO guru (id, nama, tgl_lahir)
      VALUE(1, 'Sulaiman', '1987-02-21');
      
      id, nama, tgl_lahir adalah contoh nama kolom. Jika kita tidak sebutkan nama-nama kolomnya seperti contoh di bawah ini, maka seluruh data (VALUE) untuk masing-masing kolom harus ditulis (disebutkan) sesuai urutan semua kolom yang ada dalam tabel tersebut.

      MARIA-DB
      INSERT INTO guru
      VALUE(NULL, 'Jaka Tingkir', '1987-02-21');
      
      Contoh diatas, kita tidak menyebutkan spesifik kolom apa saya yang hendak ditulis (diisi konten). Dengan demikian, kita harus menulis seluruh Value dari kolom-kolom yang ada dalam tabel tersebut.
      Pada contoh berikutnya, kita dapat menentukkan lebih spesifik kolom apa saja yang mau diisi datanya dengan menyebutkan nama-nama kolomnya didalam kurung setelah nama tabel.

      Contoh Input Data lebih dari Satu (Baris)

      MARIA-DB
      INSERT INTO namatabel (kolom1, kolom2)
      VALUES ('konten untuk kolom1', 'konten untuk kolom2'),
        ('konten kedua untuk kolom1', 'konten kedua untuk kolom2')
      
      Harap diperhatikan. Pada contoh diatas, hanya sekedar contoh sintaks. Kenyataannya, konten harus diisi sesuai dengan tipe data yang digunakan pada masing-masing kolom. Untuk input data lebih dari satu (baris) gunakan pemisah koma (,) setelah dalam kurung, yang menunjukkan setiap kurung merupakan satu baris data.
      Contoh ini tidak jauh berbeda dengan contoh pertama, hanya saja disini kita menginput data lebih dari satu (baris) yang dipisahkan dengan koma (,) dan mengganti kata VALUE dengan VALUES (plural).

      INSERT INTO ... SET

      Memasukkan Data Baru dengan Klausa SET

      MARIA-DB
      INSERT [LOW_PRIORITY | DELAYED | HIGH_PRIORITY] [IGNORE]
          [INTO] tbl_name [PARTITION (partition_list)]
          SET col={expr | DEFAULT}, ...
          [ ON DUPLICATE KEY UPDATE
            col=expr
              [, col=expr] ... ]
      
      Menggunakan tambahan SET, pada dasarnya sama seperti kita menggunakan perintah UPDATE yang digunakan untuk memeperbarui (update) data. Disini, kita men-set kolom = diikuti data yang hendak kita input.
      Contohnya adalah sebagai berikut:
      MARIA-DB
      INSERT INTO guru
      SET nama = 'Budi', tgl_lahir = '1982-02-11';
      

      INSERT INTO ... SELECT

      Memasukkan Data Baru dengan Klausa SELECT

      MARIA-DB
      INSERT [LOW_PRIORITY | HIGH_PRIORITY] [IGNORE]
          [INTO] tbl_name [PARTITION (partition_list)] [(col,...)]
          SELECT ...
          [ ON DUPLICATE KEY UPDATE
            col=expr
              [, col=expr] ... ]
      
      Perintah SELECT digunakan untuk menyeleksi tabel lain. Artinya, kita dapat memasukkan (input) data dari Table lain. Ini, dapat menghemat waktu kita sehingga tidak perlu menginput ulang data. Perlu diperhatikan tipe data yang digunakan juga harus sesuai pada kolom-kolom antara dua table tersebut.
      Pada contoh dibawah ini, saya memiliki dua table (guru dan staf). Table guru sebelumnya sudah dibuat dan berisi data. tabel staf masih kosong kemudian saya isi datanya dengan cara menyalin dari table guru tersebut.
      Pertama-tama, silahkan jalankan perintah berikut:
      MARIA-DB
      CREATE TABLE staf LIKE guru; 
      
      Perintah diatas digunakan untuk membuat table baru staf dengan format (termasuk definisi dan tipe datanya) sama seperti table guru. Selanjutnya saya isi datanya dengan menyalin dari table guru yang memiliki kolom id=1.
      MARIA-DB
      INSERT INTO staf
      SELECT * FROM guru WHERE id = 1;
      

      LOAD DATA INFILE

      Menambahkan Data dari sebuah File

      LOAD DATA INFILE adalah perintah yang digunakan untuk memasukkan data dari sebuah file terpisah. Agar file tersebut dapat dibaca dan bisa dimasukkan dalam database SQL, harus memiliki format yang sesuai.
      Pada contoh dibawah ini, saya membuat sebuah file dengan notepad (text editor) dan saya simpan dengan format .txt kemudian saya simpan dalam drive C: (root). File tersebut saya beri nama dataguru.txt dan saya isi dengan data sebagai berikut:
      dataguru.txt
      1 'Ahmad' 1989-03-20
      2 'Andi' 1984-02-07
      
      Data diatas, terlihat seperti terbagi dalam 3 kolom (id, nama, tgl_lahir). Dalam text editor (atau Notepad) setiap kolom cukup dipisahkan dengan menekan tab pada keyboard. Setiap baris, diakhiri dengan Enter.
      Untuk mengimport (memasukkan) data dari file ke dalam database, saya menjalankan perintah berikut:
      MARIA-DB
      LOAD DATA INFILE 'C:\dataguru.txt'
      INTO TABLE guru(id, nama, tgl_lahir);
      
      Hasilnya terlihat seperti ini:
      MARIA-DB
      MariaDB [belajar]> LOAD DATA INFILE 'C:\dataguru.txt'
          -> INTO TABLE guru(id, nama, tgl_lahir);
      Query OK, 2 rows affected (0.10 sec)
      Records: 2  Deleted: 0  Skipped: 0  Warnings: 0
      
      Kemudian, saya lihat hasilnya apakah benar data tersebut sudah masuk dalam database, dengan menjalankan perintah berikut:
      MARIA-DB
      SELECT * FROM guru 
      
      Hasilnya, ternyata sukses:
      MARIA-DB
      MariaDB [belajar]> SELECT * FROM guru;
      +----+---------+---------------+
      | id | nama    | tgl_lahir     |
      +----+---------+---------------+
      |  1 | 'Ahmad' | 1989-03-20    |
      |  2 | 'Andi'  | 1984-02-07    |
      +----+---------+---------------+
      2 rows in set (0.00 sec)

      BAPTISAN

      Baptisan merupakan   sakramen inisiasi Kristen yang melambangkan pembersihan dosa,yang artinya ialah orang yang sudah dibapti...